Category: Informasi

Bentrok Terjadi Antara Warga Kota Meksiko dengan Polisi

Bentrok Terjadi Antara Warga Kota Meksiko dengan Polisi – Para imigran dari Amerika Tengah yang berusaha menuju Amerika Serikat datang dengan jumlah yang tidak sedikit. Pasalnya ribuan para imigran ini berusaha menuju Amerika Serikat untuk melakukan sebuah unjuk rasa untuk menuntut beberapa hal. Ribuan orang yang ingin berujuk rasa tersebut terjebak di kota yang ada di perbatasan utara Meksiko. Sebelum terjebak para unjuk rasa tersebut mendapatkan sambuntan yang cukup hangat disepanjang jalan. Bahkan para karavan imigran tersebut mendapatkan sumbangan berupa makanan dan juga doa dari para penduduk setempat. Namun sambutan tersebut berbeda ketika para demonstran sampai di Tijuana.

Para imigran tersebut tejebak setelah mereka telah melakukan perjalanan yang cukup panjang dengan waktu yang sangat lama. Para imigran tersebut telah melakukan perjalanan selama kurang lebih satu bulan dan pada waktu tersebut para imigran juga tidur di lapangan baseball di sebuah kompleks yang ada di kompleks olahraga di wilayah tersebut. Di kompleks tersebut terdapat sebuah pagar dari kawat yang mana digunakan untuk memisahkan Meksiko dengan Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa juga melemparkan kaleng kepada para petugas polisi yang berusaha untuk menghalagi para pengunjuk rasa untuk masuk ke dalam penampungan imigran.

Para penyelenggara menyatakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut bukan merupakan bentuk dari anti imigran melainkan merupakan anti invansi. Jumlah demontran sangat banyak sekali bisa mencapai 1.000 orang. Para pengunjuk rasa tersebut berkumpul dengan menggunakan seragam tim sepak bola dari Meksiko. Selain itu juga mengibarkan bendara Meksiko dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Penyelenggara ujuk rasa tersebut juga sangat melarang keras para demonstran yang merokok ganja dan juga membuang sampah sembarangan. Hal tersebut dikarenakan sangat tidak menghargai keramahan kota.

Para pengunjuk rasa ini mengeluhkan soal makanan, sedangkan ujuk rasa berujung terjadinya bentrok dengan pihak kepolisian. Sejumlah para imigran tersebut berusaha untuk menuju kota dengan menggunakan bus. Para demonstran tersebut berusaha untuk meninggalkan kekerasan geng dan juga kemiskinan yang ada di tempat tersebut. Para demonstran tersebut berusaha untuk bisa mencapai Guatemala dan kemudian akan menuju ke Amerika Serikat. Tentu saja para pengunjuk rasa tersebut paham betul bahwa aksinya tersebut bukanlah hal yang mudah karena harus menggunakan visa AS. Tanpa adanya visa tersebut maka akan sangat tidak mungkin untuk bisa masuk ke dalam AS. Bentrok yang terjadi antara warga Meksiko dengan pihak kepolisian tersebut nampaknya menjadi cukup panas mengingat kedua pihak sama – sama menjalankan hal yang sama. Tentu saja keinginan demonstran yang ingin berjalan masuk ke dalam AS dan pihak kepolisian yang ingin menjaga jalan agar para pengunjuk rasa tidak bisa masuk ke dalam AS dengan mudah.

Para Imigran Menginginkan Presiden Honduras Orlando Mundur dari Jabatannya

Para Imigran Menginginkan Presiden Honduras Orlando Mundur dari Jabatannya – Kabar masuknya para imigran Amerika Tengah ke Amerika Serikat ini menjadi salah satu kabar yang cukup serius. Para imigran yang berhasil masuk ke dalam AS ini terdiri dari 2 kelompok yang mana ke dua kelompok tersebut mengeluarkan suaranya masing – masing. Kedua kelompok tersebut mempunyai sebuah keinginan yang harus dikabulkan oleh AS sehingga bisa membuat para unjuk rasa kembali ke tempat asalnya. Sejumlah tuntunan yang ditunjukan kepada AS tersebut memang cukup mengejutkan.

Sebelum hanya tinggal beberapa para pendemo yang berhasil masuk ke dalam AS, sebelumnya orang yang menuju ke Konsulat AS yang ada di Tijuana Meksiko berjumlah 6.000 imigran. Namun dalam perjalanannya ada beberapa diantaranya yang memilih untuk kembali ke asalnya, ada yang mendapatkan deportasi, dan ada juga yang memilih untuk mengajukan visa kemanusiaan yang ada di Meksiko. Sehingga yang berhasil masuk ke dalam AS hanya beberapa diantaranya saja.

Dua kelompok yang berhasil masuk ke AS melakukan unjuk rasa yang mana menginginkan presiden Honduras Orlando untuk mundur dar kursi jabatannya. Hal ini diinginkan oleh para demonstran yang cukup geram dengan kasus tersebut yang bahkan tidak ada solusi yang tepat. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu dari kelompok unjuk rasa yang datang. Keinginan para unjuk rasa ini bukanlah keinginan main – main atau hanya sebagai gertakan saja. Pasalnya para unjuk rasa memberikan waktu 72 jam kepada para konsulat AS untuk menanggapi keinginan dari para unjuk rasa. Hal tersebut tentu menjadikan kasus ini semakin panas dan tidak kunjung terselesaikan.

Tidak hanya menginginkan presiden untuk turun dari jabatannya pasalnya salah satu kelompok unjuk rasa lainnya juga menginginkan untuk mendapatkan uang. Ya, salah satu kelompok unjuk rasa meminta sejumlah uang yang cukup besar untuk modal kembali ke Amerika Tengah. Kabarnya uang yang diminta oleh para unjuk rasa tersebut sebanyak 50.000 dollar AS yang mana jumlah tersebut setara dengan Rp 724,9 juta rupiah. Bagi sebagian orang tentu jumlah tersebut sangat besar, karena sebanyak 50.000 dollar AS harus diberikan masing – masing orang yang unjuk rasa. Sedangkan untuk kelompok tersebut terdapat sekitar 100 orang yang unjuk rasa.

Walaupun angka tersebut dianggap besar namun kabarnya sejumlah uang tersebut bukanlah jumlah yang besar jika dibandingkan dengan uang yang telah diambil oleh AS dari Honduras. Uang tersebut kabarnya diminta oleh para imigran untuk nantinya akan digunakan kembali ke Amerika Tengah dan sebagian akan dijadikan modal untuk bermain judi bola online. Itulah tuntutan dari para unjuk rasa kepada AS untuk segera diperhatikan jika ingin para imigran kembali ke Amerika Tengah.